History


“Seseorang diselamatkan bukan karena pendidikannya, melainkan kreativitas dan inovasilah yang membuatnya bertahan”. Kelahiran Sapulidi Center tidak terlepas dari keberadaan Richard Foundation yang notabene fokus di dunia pendidikan. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, banyak ide dan gagasan baru bermunculan sehingga memaksa Richard Foundation untuk “mati suri” dan segera berbenah diri guna memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan secara universal.

Berawal dari pemikiran dan pengalaman hidup serta sulitnya mendapatkan pekerjaan, sehingga menumbuhkan hasrat untuk berinovasi guna menciptakan peluang kerja baru dengan pola kemandirian. Seiring berjalannya waktu, aktivitas dan kreativitas yang dijalani mampu menginfluens generasi muda lainnya untuk berkontribusi secara langsung dan berkesinambungan.

Salah satu faktor utama penyebab rusaknya bangsa kita saat ini diakibatkan rendahnya moral individu serta lemahnya karakter individu atau  kelompok dalam mengartikan berbangsa dan bernegara. Rangkaian sejarah membuktikan bahwa peran pemuda sangat dinantikan untuk percepatan perbaikan bangsa.

Jika kita menyusuri sejarah bangsa ini, kita akan bertemu:

Generasi 1908
Mempelopori kebangkitan nasional dengan terbentuknya Boedi Oetomo sebagai organisasi  yang boleh dikatakan sebagai titik awal terbentuknya organisasi yang bersifat nasional.

Generasi 1928
Dilanjutkan dengan perjuangan yang berhasil mempelopori persatuan nasional melalui Sumpah Pemuda.

Generasi 1945
Perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Generasi 1966
Mengakhiri rezim Orde Lama.

Generasi 1998
Tumbangnya rezim Orde Baru dan dikenal dengan sebutan era Reformasi.

Generasi Sapulidi
Generasi berdaya kreasi maju, mandiri serta beretika.


KENAPA SAPULIDI?

Kita tau filosofi sapulidi, yaitu semakin banyak semakin kuat dan lidi itu ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang panjang dan ada yang pendek, saling berkaitan dan saling menopang, begitu juga kita sebagai mahluk hidup, hendaknya mau bersatu padu dalam segala hal, bukan pribadi yang bergerak sendiri-sendiri. Sapulidi Center  merupakan tempat atau wadah bagi siapa saja tanpa memandang usia, suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) untuk menggali potensi individu yang produktif, kreatif, inovatif dan berkualitas dalam kebersamaan yang beretika dengan konsep lingkungan hijau nan asri yang menggabung pemanfaatan ulang barang – barang bekas menjadi layak guna. Bahkan, Sapulidi Center dikenal dengan sebutan Kantong Budaya. Hadirnya Sapulidi Center memiliki harapan besar terhadap lahirnya  generasi yang mandiri memiliki kebersamaan yang beretika demi masa depan yang lebih baik serta memiliki tanggung jawab sosial masyarakat sekitar.


PERAN SAPULIDI CENTER DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER GENERASI MUDA

Dengan mengusung konsep kebersamaan Sapulidi Center hadir sebagai wadah berkreatifitas (Creative Space) bagi siapa saja yang mau menggali potensi dirinya guna mewujudkan kemandirian ekonomi  dengan kemampuan membuka lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri  untuk memenuhi kebutuhan dan penghidupan yang layak dikemudian hari.


Sapulidi Center memiliki Rumah Baca yang tidak hanya sebagai tambahan fasilitas agar minat baca masyarakat dapat ditingkatkan, namun juga sebagai wadah bersama untuk mengembangkan potensi, kesinambungan, serta pola belajar mengajar yang berbeda dengan sekolah-sekolah formal lainnya tanpa melupakan tujuan belajar terhadap anak didik. Selain menyediakan buku-buku umum, pendidikan,  kreatifitas dan buku lainnya, Rumah Baca juga difasilitasi dengan adanya les bahasa inggris dan mandarin. Rumah Baca Sapulidi Center nantinya akan menjadi partner masyarakat guna pengembangan rumah baca di tiga belas kabupaten/kota se-Propinsi Riau yang akan dikelola secara aktif dan berkesinambungan demi pengembangan program-program kemasyarakatan.

Demikian juga keberadaan Sanggar Sapulidi Center sebagai ruang pengembangan bakat serta memberikan pendampingan terhadap generasi muda yang memiliki kemampuan dan keahlian di bidang seni dan budaya seperti: Tari, Vokal, Lukis dan bentuk kreatifitas lainnya. Sapulidi Center juga memiliki Workshop dengan peralatan yang sangat memadai sebagai sarana dan prasarana penunjang kreatifitas dan inovasi.

Peningkatan aktifitas dan kreatifitas sangat mempengaruhi angka kebutuhan yang berdampak terhadap siklus perekonomian. Oleh sebab itu, Sapulidi Kreasindo Nusantara hadir sebagai motor penggerak yang memiliki beberapa aspek usaha. Di antaranya:

  1. Urban Green Interior
  2. Green Manajemen
  3. Wood Project
  4. Planet Hijau
  5. eGarden
  6. R+ (Advertising and Multimedia Project)
  7. Apple Box Cinema
  8. IT Development
  9. Merchandising
  10. Bengkel Las
  11. Rumah Menjahit
  12. De Gallery
  13. Workshop
  14. Koperasi


Tujuan tertinggi berdirinya Sapulidi Center dapat melahirkan generasi-generasi muda yang inovatif , kompetitif, mandiri, memiliki karakter, bersifat gotong royong dan terus melakukan kebaikan serta bermanfaat terhadap sesama dan alam sekitar seperti filosofi yang dimiliki sapulidi Center “bersatu kita teguh, bersama kita minum teh serai”.